.::BRC::.
Selamat datang di Website BRC (Binter Rider Club)

Anda Belum terdaftar!!!

Ingin membaca Artikel2 lebih banyak lagi..? Bergabunglah dan menjadi Members Di Website kami.

Pergunakan ID dan Avatar Anda yg Sopan untuk berkomunitas di Website ini!

Prosedur pendaftaran :
* Masukan data diri sesuai yang diminta saat Regitrasi.
* Ketika mendaftar sebagai anggota baru harap dicatat bahwa Anda harus menggunakan alamat e-mail yang valid atau aktif.
* Kami akan mengirim email Verifikasi ke e-mail Anda sebagai jembatan untuk validasi atau pengaktian account.
* Malakukan aktivasi account Anda dari link yg telah dikirim ke alamat e-mail Anda.
* Login di Forum dengan menggunakan Nick ID dan Password yang Anda buat dan telah terkirim ke alamat e-mail Anda.

Silahkan daftar dengan meng-klik tombol "Pendaftaran" (Registration)

Apabila Anda sudah pernah terdaftar silahkan Anda klik Tombol "Login"

Bagi Anda yang sudah hadir sebagai tamu, kami crew BRC mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya, karena sudah menyempatkan waktu untuk hadir di Website kami.

Jika anda tidak ingin register dan bergabung bersama para member lainnya. Tolong tinggalkan sedikit kata kenangan kepada kami berupa komentar, keritik atau saran dengan topik baru pada kategori "SARAN & KRITIK".

Sekali lagi Salam Hangat selalu dari kami selaku Crew BRC !!!

.::BRC::.

Binter Rider Club - Bandung
 
PortalIndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Motto : "KITA BESAR MANAKALA KITA BERSATU"
BRC MENU




 



Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
November 2018
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
CalendarCalendar
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 12 pada Tue Jul 26, 2011 7:34 pm
Statistics
Total 271 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah hery

Total 238 kiriman artikel dari user in 209 subjects
Top posters
BRC-Administrator (217)
 
anack_gorontalo (7)
 
Rony S (2)
 
rifai1222 (2)
 
Mahmud (1)
 
arisbooter (1)
 
tukangsapu (1)
 
engcellpulsa (1)
 
harto (1)
 
ganten180 (1)
 
Latest topics
» test yacgh
Fri Nov 29, 2013 7:43 pm by rifai1222

» salam kenal
Fri Nov 29, 2013 7:38 pm by rifai1222

» salam kenal dari anak sulawesi
Sat Sep 10, 2011 10:39 am by djadjang nurjaman

» Umax Astra 4100 USB Scanner (Driver)
Sat Jul 09, 2011 1:51 pm by mistersibuk

» MS Visual Foxpro 9.0
Wed May 25, 2011 7:32 pm by hikaru11

» salam kenal semua nya
Mon Apr 04, 2011 11:17 am by arisbooter

» Assalamualaikum
Thu Mar 10, 2011 8:03 am by tukangsapu

» master dealer pulsa
Sun Dec 05, 2010 9:36 pm by engcellpulsa

» 43 Daftar free web hosting ( hosting gratis ) sekaligus Ulasan fiturnya
Tue Aug 24, 2010 1:21 am by anack_gorontalo

» WEB Hosting Gratis
Tue Aug 24, 2010 1:16 am by anack_gorontalo

Social bookmarking
Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of BRC on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of .::BRC::. on your social bookmarking website
Keywords

Share | 
 

 Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan

Go down 
PengirimMessage
BRC-Administrator
Admin
avatar

Libra Jumlah posting : 217
Points : 618
Reputation : 2
Join date : 05.09.09
Age : 42
Lokasi : .::Bandung::.
Job/hobbies : Browsing

180909
PostDewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan

BRC
Indotoplist.com : Dewi Sartika (Bandung, 4 Desember 1884 - Tasikmalaya, 11 September 1947), tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika, ke sekolah Belanda pula. Sepeninggal ayahnya, Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.


Sejak kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, beliau sering memperagakan praktik di sekolah, mengajari baca-tulis, dan bahasa Belanda, kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.


Waktu itu Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun, ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar, karena di waktu itu belum banyak anak-anak (apalagi anak rakyat jelata) memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.


Ketika sudah mulai remaja, Dewi Sartika kembali ke ibunya di Bandung. Jiwanya yang semakin dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, pamannya sendiri, yang memang memiliki keinginan yang sama. Tetapi, meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya, tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu, membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. Namu karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan.


Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, seseorang yang memiliki visi dan cita-cita yang sama, guru di Sekolah Karang Pamulang, yang pada waktu itu merupakan Sekolah Latihan Guru.


Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis, dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu


Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara, pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang; Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang, menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung.


Setahun kemudian, 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, membuktikan kepada bangsa kita bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910, menggunakan hartanya pribadi, sekolahnya diperbaiki lagi sehingga bisa lebih mememnuhi syarat kelengkapan sekolah formal.


Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). Memasuki usia ke-sepuluh, tahun 1914, nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal tiga/empat, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.


Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi "Sakola Raden Déwi". Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.


Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Bandung.

_________________

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://brc-bandung.1talk.net
Share this post on: diggdeliciousredditstumbleuponslashdotyahoogooglelive

Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan :: Comments

No Comment.
 

Dewi Sartika Pahlawan Nasional Kaum Perempuan

Kembali Ke Atas 

Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
.::BRC::. :: BRC BERITA & PENDIDIKAN :: Sejarah, Artikel & Cerpen-
Navigasi:  
Free forum | © phpBB | Free forum support | Kontak | Report an abuse | Create a blog